Mengatasi Tantangan Jaringan Hybrid Multicloud
Laporan baru EMA Hybrid Multicloud Strategies mengungkapkan bahwa kompleksitas hybrid multicloud semakin meningkat. Keberhasilan bergantung pada kolaborasi antara tim cloud dan jaringan, manajemen terpadu, serta fondasi DDI yang kuat untuk meningkatkan visibilitas, otomatisasi, keamanan, dan efisiensi di seluruh lingkungan.
Laporan EMA terbaru menunjukkan bahwa meskipun adopsi hybrid multicloud semakin cepat, banyak organisasi masih mengandalkan alat jaringan cloud-native yang terpisah dan tidak konsisten. Pendekatan ini menambah kompleksitas dan risiko. Oleh karena itu, unifikasi dan sentralisasi manajemen jaringan kini menjadi prioritas utama, terutama karena pengelolaan ruang alamat IP, layanan DNS, dan kebijakan keamanan semakin sulit untuk dikoordinasikan di berbagai lingkungan.
DDI memainkan peran penting dalam membangun strategi jaringan yang tangguh, aman, dan skalabel. Unduh laporan EMA Hybrid Multicloud Strategies untuk mempelajari temuan utama dan rekomendasi tindakan guna mendefinisikan peta jalan praktis dan mempercepat perjalanan cloud Anda.
Lanskap Cloud yang Berkembang
Strategi hybrid multicloud telah menjadi standar perusahaan. Cisco memperkirakan bahwa 92% organisasi kini menggunakan lebih dari satu penyedia cloud publik, sementara Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2027, 90% strategi cloud akan menggabungkan infrastruktur cloud internal dan eksternal.
Namun, meskipun model ini menawarkan skalabilitas, optimisasi biaya, dan inovasi yang dipercepat, model ini juga memperkenalkan lapisan kompleksitas baru. Laporan Hybrid Multicloud dari Enterprise Management Associates (EMA) mengungkapkan sejauh mana tantangan tersebut.
Lebih dari sepertiga (38%) responden mengidentifikasi risiko keamanan dan kepatuhan sebagai perhatian utama, diikuti oleh kendala anggaran (27%) dan kekurangan keterampilan (25%). Masalah teknis juga cukup signifikan, dengan 29% menyebutkan penurunan kinerja saat memindahkan aplikasi ke cloud atau karena konektivitas cloud.
Banyak tim juga menghadapi kesulitan dalam mengelola ruang alamat IP dan konfigurasi DNS di lingkungan yang terfragmentasi – terutama bagi mereka yang beroperasi di empat atau lebih cloud. Hampir seperempat (24%) responden melaporkan masalah konflik IP dan kompleksitas DNS, sementara 24% lainnya menyebutkan kemampuan jaringan yang tidak konsisten di cloud dan jaringan on-premise.
Alat cloud-native sering kali menambah kompleksitas ini, karena organisasi mengandalkan solusi spesifik penyedia untuk routing, load balancing, dan otomatisasi. Pendekatan silo ini menghambat unifikasi, sehingga visibilitas holistik, keamanan, dan kontrol menjadi lebih sulit dicapai saat jaringan berkembang dan semakin beragam.
Penggerak Strategis di Balik Strategi Hybrid Multicloud
Beberapa faktor utama menjadikan strategi hybrid multicloud tetap menjadi agenda bisnis utama. Penelitian EMA Hybrid Multicloud Strategies menyoroti empat pendorong utama yang membentuk keputusan ini:
- Digitalisasi Teknologi Operasional (OT): Sistem yang terdistribusi, seperti IoT dan sistem kontrol industri, sering memerlukan konektivitas latensi rendah dan pemrosesan data lokal. Hal ini mendorong workload ke cloud yang secara geografis lebih dekat untuk memenuhi kebutuhan kinerja dan kedaulatan data.
- Adopsi AI: Perusahaan memperluas jejak cloud mereka untuk mengakses layanan GPU-as-a-service dan menjalankan workload AI lebih dekat ke sumber data di edge.
- Arahan Cloud-First: Kebijakan lama untuk memprioritaskan cloud terus mendorong pemindahan beban kerja dari data center ke cloud, sekaligus mendorong diversifikasi guna menghindari ketergantungan pada satu vendor.
- Praktik DevOps dan CI/CD: Permintaan akan fleksibilitas lebih tinggi dan pengiriman lebih cepat membuat perusahaan memanfaatkan lebih banyak penyedia cloud.
Peran Utama Tim Cloud dan Jaringan
Kolaborasi yang efektif antara tim cloud dan jaringan sangat penting untuk keberhasilan strategi hybrid multicloud. Namun, hanya 37% organisasi yang percaya bahwa kolaborasi ini sepenuhnya efektif. EMA mengidentifikasi tiga area inti di mana penyelarasan paling menantang:
- Desain kebijakan keamanan
- Integrasi dan otomatisasi
- Respon insiden
Semakin banyak penyedia cloud yang digunakan, semakin besar tantangan ini, terutama dalam hal pengelolaan dan pembagian tanggung jawab. Tanpa kerja sama yang lebih erat, organisasi menghadapi risiko implementasi yang tidak konsisten, upaya yang terduplikasi, dan keamanan yang lemah di seluruh jaringan cloud dan on-premise.
Peran DDI dalam Infrastruktur Jaringan Cloud
Ketika lingkungan hybrid multicloud tumbuh dalam skala dan kompleksitas, DDI (DNS, DHCP, dan manajemen alamat IP) telah menjadi komponen fundamental. Hampir 40% organisasi kini melihat DDI sebagai hal penting untuk mengelola dan mengamankan jaringan cloud mereka – terutama bagi mereka yang menggunakan tiga atau lebih penyedia cloud.
Manajemen Terpusat
Manajemen terpusat menjadi prioritas utama bagi para pemimpin TI. Laporan EMA menunjukkan bahwa organisasi yang paling sukses dengan jaringan cloud lebih cenderung memprioritaskan manajemen ruang alamat IP secara terpusat.
Network Source of Truth (NSoT)
Sebuah repository data jaringan terpadu membantu meningkatkan visibilitas, mengurangi risiko keamanan, dan mendukung otomatisasi yang lebih baik.
Penggerak Otomasi Jaringan
Otomasi menjadi kunci untuk mengelola kompleksitas jaringan hybrid multicloud secara efisien, mulai dari provisioning hingga keamanan.
Observabilitas Jaringan Cloud
Data DNS dianggap kritis untuk pemantauan ancaman dan optimisasi jaringan di lingkungan multicloud.
Manfaat Utama Strategi Hybrid Multicloud
Ketika dikelola secara efektif, strategi ini memberikan nilai bisnis yang nyata, termasuk:
- Peningkatan efisiensi operasional (51%)
- Optimisasi biaya (45%)
- Pengurangan risiko keamanan dan kepatuhan (45%)
- Inovasi yang dipercepat (42%)
Kesimpulan
Strategi hybrid multicloud yang sukses memerlukan manajemen yang terpadu, kolaborasi yang kuat antara tim cloud dan jaringan, serta pemanfaatan DDI untuk visibilitas, otomatisasi, dan keamanan yang lebih baik di seluruh lingkungan.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan efficientip indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi efficientip.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
