Perubahan besar dalam dunia teknologi informasi telah mengubah cara kerja berbagai divisi dalam organisasi, termasuk dua tim paling penting dalam operasional digital modern: NetOps (Network Operations) dan SecOps (Security Operations). Di tengah derasnya transformasi digital, adopsi cloud, munculnya perangkat IoT, dan peningkatan model kerja hybrid, kebutuhan untuk kolaborasi yang lebih erat antar tim TI menjadi sangat penting.
Namun dalam praktiknya, NetOps dan SecOps masih sering bekerja secara terpisah. Perbedaan fokus dan alat kerja menyebabkan koordinasi yang tidak optimal, bahkan memperlambat respons terhadap ancaman atau insiden. Hal ini bisa berakibat fatal, apalagi di tengah meningkatnya ancaman siber yang semakin kompleks.
Solusinya? Membangun integrasi dan kolaborasi yang kuat melalui DDI modern, yaitu sistem yang menyatukan DNS, DHCP, dan IP Address Management dalam satu platform terpadu.
Tantangan Kolaborasi Antara NetOps dan SecOps
Salah satu tantangan terbesar dalam kerja sama antar tim adalah penggunaan sistem dan data yang terpisah. Tim jaringan memiliki fokus pada ketersediaan, keandalan, dan skalabilitas infrastruktur, sementara tim keamanan fokus pada pemantauan ancaman, deteksi insiden, dan perlindungan data. Jika tidak ada platform atau data yang saling terhubung, proses kerja menjadi lambat dan tidak sinkron.
Misalnya, ketika terjadi insiden keamanan yang berasal dari trafik jaringan, tim keamanan membutuhkan informasi terkait IP, DNS, atau lokasi perangkat yang terkait. Tanpa akses langsung ke sistem jaringan atau data IP yang akurat, proses investigasi bisa terhambat. Hal ini bisa membuat ancaman bertahan lebih lama dalam sistem, dan tentu saja berisiko pada kelangsungan layanan bisnis.
DDI Modern sebagai Sumber Data Terpercaya
Solusi DDI modern hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan menyatukan manajemen DNS, DHCP, dan IPAM ke dalam satu sistem, DDI memberikan visibilitas penuh terhadap semua aset jaringan dan data yang mengalir di dalamnya. Hal ini menciptakan satu sumber kebenaran yang dapat digunakan oleh kedua tim, baik NetOps maupun SecOps.
Dalam riset yang dilakukan oleh Enterprise Management Associates (EMA), lebih dari 75 persen tim jaringan sudah membagikan data DDI mereka ke tim keamanan. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak organisasi yang mulai memahami pentingnya data jaringan dalam mendukung strategi keamanan. Namun, masih banyak juga yang melakukan pertukaran data secara manual, padahal proses ini bisa diotomatisasi dengan API yang disediakan oleh platform DDI modern.
Keamanan DNS Jadi Prioritas Bersama
DNS adalah gerbang utama dari setiap koneksi internet. Ini berarti setiap ancaman seperti phishing, malware, tunneling, hingga serangan denial-of-service bisa dilacak melalui DNS. Karena itu, 97 persen tim keamanan kini sudah memasukkan analisis DNS sebagai bagian penting dari strategi deteksi dan respons insiden.
Dengan sistem DDI yang kuat, tim keamanan bisa langsung melihat permintaan DNS yang mencurigakan, menghubungkannya dengan alamat IP, lokasi jaringan, dan identitas perangkat. Proses ini membuat analisis insiden jadi lebih cepat, akurat, dan berbasis konteks nyata.
Otomasi DDI Mendukung Efisiensi Kolaborasi
Salah satu fitur kunci dari DDI modern adalah kemampuannya untuk diotomatisasi. Dari proses provisioning perangkat, pembaruan DNS, hingga pelacakan penggunaan IP—all dapat dijalankan secara otomatis. Otomasi ini tidak hanya mengurangi beban kerja manual, tapi juga meminimalkan kesalahan, mempercepat respons, dan memastikan setiap data selalu terkini.
Lebih dari 90 persen responden riset EMA menilai bahwa otomatisasi jaringan, termasuk DDI, sangat penting untuk memperkuat sinergi antara NetOps dan SecOps. Bahkan, 41 persen menyatakan bahwa otomatisasi DDI adalah fondasi utama kerja sama mereka. Dengan adanya sistem yang secara otomatis memperbarui data saat ada perubahan di jaringan, kedua tim bisa bekerja lebih efisien, tanpa harus terus berkoordinasi secara manual.
Dampak Positif untuk Operasional dan Bisnis
Ketika DDI modern diimplementasikan dengan benar, manfaatnya langsung terasa di berbagai sisi operasional perusahaan. Kolaborasi antar tim menjadi lebih lancar karena mereka bekerja dari data yang sama. Deteksi insiden jadi lebih cepat karena data yang dibutuhkan sudah tersedia secara real-time. Risiko kesalahan manusia dalam konfigurasi jaringan juga berkurang secara signifikan karena semua proses berjalan otomatis dan terdokumentasi.
Di sisi lain, organisasi juga lebih siap dalam menghadapi tuntutan regulasi seperti GDPR, NIS2, DORA, dan standar lainnya. Dengan DDI, semua aktivitas jaringan bisa dicatat, dipantau, dan dianalisis dengan lebih mudah dan transparan.
Kesimpulan
DDI bukan lagi hanya alat untuk mengelola jaringan. Kini, DDI menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang kuat antara tim operasi jaringan dan tim keamanan. Dengan sistem yang terintegrasi, otomatis, dan berbasis data yang akurat, organisasi dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keamanan, dan mempercepat transformasi digital secara menyeluruh.
Bagi perusahaan yang ingin menyatukan visibilitas operasional dan respons keamanan dalam satu pendekatan yang terpadu, DDI adalah solusi yang tidak bisa diabaikan. Inilah saatnya beralih ke sistem yang modern dan siap menghadapi tantangan infrastruktur TI masa kini.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. EfficientIP Inodnesia menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan,storage, cloud, hingga keamanan siber, yang di integrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Pelajari lebih lanjut di efficientip.ilogoindonesia.id dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!
